Rabu, 17 November 2010

HUKUMAN MATI PALING TEPAT UNTUK PARA KORUPTOR

JAKARTA ( Berita ) : Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, hukuman mati adalah hukuman yang tepat bagi para koruptor.”Hukuman tegas adalah hukuman mati bagi koruptor atau diperberat hukumannya. Perlu ketegasan dalam penegakan hukumannya,” katanya,  Jakarta, Jumat [20/08].
Ia mengatakan, kalau seseorang sudah masuk penjara, maka akan menimbulkan sakit luar biasa.”Tak pernah masuk penjara, lalu masuk sehari saja, beratnya luar biasa di penjara,” katanya.Ketika dimintai tanggapannya soal dibebaskannya mantan bupati Kutai Kartanegara Syaukani, Marzuki mengatakan, dibebaskannya Syaukani adalah karena alasan kemanusiaan.
“Syaukani sekarang ini menderita sakit yang  seharusnya tidak bisa dihukum lagi, tidak bisa melihat, lumpuh, memorinya tidak berfungsi. Kalau sudah begitu siapa yang mau urus dia di penjara,” katanya.
Syaukani, tambahnya, sudah tidak merasakan hukuman yang dijatuhkan kepadanya karena tidak mengerti kalau dia dihukum karena memorinya sudah hilang.
“Jadi ada pertimbangan kemanusiaan, jangan hukum dijadikan seolah-olah presiden salah gunakan kekuasaan, karena kemanusiaan saja. kasihan. Kalau orang tua kita bagaimana dan kalau tetap dipenjara, akan menghabiskan uang negara,” kata mantan Sekjen Partai Demokrat itu.
Terkait imbauan Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah agar para koruptor itu tidak disholatkan kalau meninggal karena dikategorikan kafir, Marzuki mengatakan, bila koruptor itu adalah seorang muslim, maka wajib bagi umat muslim lainnya untuk memandikan dan mensholatkan koruptor yang beragama Islam itu.
“Kewajiban muslim terhadap muslim lain  untuk dimandikan dan dishalatkan. Sepanjang muslim, kita wajib melakukan itu. Kalau tidak ada seorangpun yang memandikan dan mensholatkan, maka umat muslim yang ada disitu  berdosa,” kata Marzuki.
Ia juga meminta agar tidak sembarangan mengatakan seseorang itu kafir dan munafik seperti yang terdapat dalam buku “Koruptor itu Kafir” yang diluncurkan oleh Muhammadiyah dan NU.
“Sepengetahaun saya, umat ini tidak boleh mengatakan orang itu kafir, munafik, Tuhan melarang dan hanya Tuhan yang tahu,” kata mantan Sekjen Partai Demokrat itu.(ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar